Selasa, 27 Oktober 2009

semuanya tentang adit bag.1

Hani tak henti-hentinya memandangi, melototin sebuah layar komputer. Matanya menyorot tajam, menelusuri satu per satu kata yang terangkai menjadi sebuah kalimat di fesbuk. Serius dan tak bergeming meskipun gempa bumi menggoyangnya. Ia tercengang, ada yang menggelitik hatinya. Rasanya ingin sekali ia berkomentar langsung di hadapannya.

"sayank,.you make me crazy"

Hani memiliki sejuta tanya, mengapa aglis posting status di fesbuknya seperti itu. Apakah ia pasang untuk seseorang yang spesial, atau hanya iseng semata. Hani tak tahu pasti.

Hani mulai berpikir, belakangan ini ia rasa aglis ada sesuatu yang beda. Sesuatu yang jarang terlihat oleh hani. Tapi aglis selalu menyanggahnya dan menutui perasaan yang sedang ia rasakan. Padahal hani sendiri teman baiknya. Ya, meskipun pertemanannya memang terlihat aneh. Tapi belakangan ini pertemanan lewat dunia maya sudah sering terjadi, dan itu semua baik-baik saja.

* * *

91.9 fm . Aglis sendiri seorang penyiar radio sekaligus announcer. Kegiatannya bisa dibilang padat. Pagi, ia kuliah sampe sore, malamnya baru ia kerja yakni siaran. Sebenernya aglis, hani kenal dari teman sekolah yang sudah lama tidak ketemu. Aneh bin ajaib, partner kerja aglis juga. Benar apa kata pepatah, ternyata dunia ini tidak seluas daun kelor. Meskipun jauh , tapi pertemanan mengalahkan jarak yang membentang, meskipun lautan sekalipun.

Perkenalannya dengan aglis pun, hani tidak sangka. Bahkan kalaupun diijinkan oleh Tuhan, lebiah baik jangan. Karena akan terlalu sakit bila dirasakan.

Pic Ariel "peterpan" bersama seorang anak kecil menjadi alasan mengapa kami bertemu dan berteman sampai saat ini. Ia tak terima kalau pic Ariel "peterpan" ada yang nyamain yang ia pasang di fesbuknya. Padahal Hani sendiri tak sengaja, ia asal comot dari koleksi pic-nya.

Aglis elalu menulis status ke hani. Ia protes, melayangkan rasa tidak sukanya. Ibarat pejabat negara, ia selalu protes dengan pendapat dan keputusan pimpinan. Selalu berada di barisan depan, gagah dan berani. Lantang ia menyuarakan pendapatnya agar diterima.
Hani merasa diri ini tak bersalah sedikitpun atas apa yang diperbuat. Itu semua hak orang, semua orang bisa melakukannya. Kenapa aku tidak, hani yakin dengan pendapatnya. Sangat yakin, bahkan bisa dibilang 1000 persen ia yakin.

Amarah hani semakin memuncak tatkala ia sudah tidak tahan dengan notes yang di kirim aglis. Dengan semangat "45 nya yang membara, hani melabrak aglis, tapi apa mau dikata, hani sendiri seorang cewek. Mana ada sich, seorang cewek punya kekuatan lebih dari seorang cowok. Terkecuali ia seorang superwoman dalam film-film action yang diharuskan menang melawan musuh-musuhnya.
hufh.,.kesal sendiri.
'ayo berpikir pintar, cepat beritau aku. taktik apa yang harus kupakai". peritah hani untuk otaknya sendiri. Berusaha keras, pantang mundur. Aku sudah tidak tahan dengan semuanya. Ingin rasanya, aku bejek2 tu muka, uwel-uwel tu rambut. kawus.,.,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar