alun-alun bagi kaum muda adalah salah satu tempat nongkrong yang gratis, murah meriah.banyak makanan dijajakan.april, usi, imu, sedang jalan sore-sore pas malam minggu.Pertemuannya dengan umar tidak sengaja di warung tenda makanan di tepian alun-alun kota. Awalnya april cuek bebek dengan yang namanya umar ini, dia curi-curi pandang dari seberang meja.
perkenalannyapun pada waktu itu april tidak ataupun kurang meresponnya dengan baik. ia mengaku sebagai seorang prajurit negara. April sendiri suka dengan orang yang kalem, tidak segenit ini, selalu cari-cari perhatian. meskipun april cuek bebek dengan namanya umar, apalagi baru dia kenal. akhirnya yang dikhawatirkan oleh april dan imu terjadi juga. usi yang dikenal genit ini, merespon umar sangat berlebihan. dan tanpa sepengetahuan april, usi memberikan nomor telepon rumah april pada umar. malam esok harinya, dering telepon rumah mulai sering berbunyi, tidak lain tidak bukan ia umar.
dengan seringnya umar telepon, ia sangat agresif, dalam berkatapun ia pintar. ia minta ijin untuk main ke rumah april. tanpa ada rasa curiga atau maksud terselubung, april memperbolehkannya main. seiring diijinkannya main, umar malah makin sering main dan bahkan dering teleponpun sering kali berbunyi. sebagai seorang prajurit, umar mulai melancarkan misinya, anak panah dan busurnya nulai disiapkan untuk dilepaskan dan dibidik ke sasaran, akan tetapi umar adalah seorang prajurit tak mungkin memiliki busur panah dan bukan seorang pemburu. yang ia puanya hanyakah amunisi dan granat serta sepucuk senjata api. amunisi siap untuk di tembakkan ke sarang hati dan granat cinta siap untuk dilemparkan untuk meluluh lantahkan hatinya. karena umar sudah yakin kalau april akan menerimanya.
setelah gerilya selama beberapa bulan terakhir ini, akhirnya misinyapun berhasil, dan menyusup ke daerah target. disambutnya umar dengan baik dan hati yang senang. seiring berjalannya waktu, kebahagiaan selalu menyelimuti pasangan ini yang sedang dimabuk asmara. bulan ramadhan telah tiba. sebagai seorang pacar, umar selalu dan mungkin sering kali berbuka puasa di rumah april, semeja dengan ayah dan ibu. orang tua april menganggapnya sudah seperti keluarga sendiri, tanpa ada rasa canggung dan rikuh. maklum sebagai seorang prajurit dan jauh dari orang tua, selalu dan dituntut harus hidup mandiri. umar sendiri asalnya dari malang, kota yang sejuk dan jauh dari polusi kota.
''sumar menganggapnya sebagai berkah dan lumayan mendapat pacar yang lumayan kaya. tidak kekurangan apapun, kesempatan yang bagus, hitung-hitung mengirit pengeluaran bulanan apalagi harus kirim uang ke kampung''. curhatnya pada diri sendiri.
kehidupan umar sangat terjamin, lapar tinggal main ke rumah sang pacar. makanan tersedia. layaknya sebuah hotel, rumah april selalu dijadikan tempat singgah, kapanpun tanpa mengenal waktu, pagi siang malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar