Kamis, 05 November 2009

semuanya tentang adit bag.3

2 bulan yang lalu. Ketika itu hani mendapatkan satu panggilan tak terjawab di HP pribadinya. Beberapa saat setelah ditinggal ke belakang. Nomor baru di Handphone. belum bernama dan tidak ku kenal. Padahal hani selalu penasaran dengan nomor baru yang masuk ke HP-nya. Tapi sial, pulsa di HP-nya tidak mencukupi untuk melakukan pangglan. Bahkan sms pun tidak bisa. Hani tangguhkan hinggal esok hari di tempat kerja.

Pagi hari di kantor, ia mencoba menghubungi nomor baru itu. Setelah semalam ia penasaran.
" halo."
" halo juga."

Suara laki-laki di seberang sana. Siapa gerangan.

"Tadi malam, kmu misscall aku, ya?"
"tidak!". Jawabnya.

dia ngelak terus.Hany terus meyakinkan dia.

"Coba deh, lihat panggilan keluar semalam."
"Tidak ada!". laki-laki itu malah meyakinkanku balik.
"Memang nomor kamu berapa?.". tanyanya.
"ini nomer aku." hani coba kasih jawaban.

Sialan .,.,!!!!

Hani tersentak kaget. Tiba-tiba laki-laki itu tertawa lepas."Tidak tau etika banget sich.". Gumamnya.

Hani mencoba menanyakan kembali, siapa laki-laki itu. Eh, malahan tertawanya semakin jadi. Tidak berhenti-henti. Kuntilanak kali.Hani baru menyadari kalau laki-laki itu adalah aglis. Orang yang selama ini musuh dalam dunia maya.

Beberapa hari terakhir ini hani memang intens sms on-line ketika aglis siaran. Dari situ, mungkin aglis dapat nomerku. Pasti
Lebih gilanya lagi. Aglis mulai sms aneh-aneh ke hani. Tak tau apa maksudnya aglis seperti itu. Hani jawab aja apa yang dia mau. Padahal hani eneg dengan sms dia yang mulai ngawur.
Mulai dari itu. Aglis mulai berani ngajakin ketemuan. "Ingin tau hani itu seperti siapa. Nabila syakieb atau dian sastro.". Tapi hani tidak mau tau dulu ketemuan. Sok jual mahal. Pantang seorang cewek langsung ngomong, "ya". Untuk seorang yang belum lama dikenal. Itu semua prinsip. Tidak bisa diubah. Bahkan digantipun sangat sulit.

Aglis pantang menyerah. Suatu ketika pasti akan mengatakan ya. Aglis yakin akan hal itu. Dan memang benar, Hani mengiyakan untu ketemuan di hari minggu ini.

Sebelum berangkat. Hani confirm kalu dirinya sedang on the way. Sepanjang jalan, keinget terus aglis. Hani tak mengerti ini. Tapi rasanya ingin sekali cepat bertemu dengan sosok yang bernama aglis. Perasaan ini lain. Diakuinya.

Hani tak mengerti apa yang sedang dipikirkan. tapi rasa-rasanya sudah 2 jam ia berdiri sendiri. Menunggu. Lalu lintas kendaraan di depannya membuatnya pusing. Tenggorokan kering. Duduk, lama-lama capek. Ngoyod. Hani bagaikan seonggok orang asing di situ. Atau yang lebih. Bagaikan bunga yang indah nan harum di antara kumbang-kumbang penarik becak yang sudah pada tua. Beruban. Berkulit legam. Berkeringat. Bingung apa yang harus diperbuat. Katanya--sebentar lagi gue nyampe neh, lagi otw. Sabar bu. habis mau datang tidak bilang-bilang dulu , mendadak kaya ini--. Terangnya waktu ditelepon.
Padahal hani ingat benar. Kemarin sudah niat dan ngomong mau main hari minggu ini. Kenapa aku yang disalahkan.

Hani sibuk sendiri. Ngitung berapa jumlah kendaraan yang lewat. Dipandanginya serius. Namun sesaat dipalingkannya ke arah lain. Hani rasa sekarang saatnya untuk pulang. 3 jam berlalu menunggu yang tak pasti. Sesaat tubuh ini akan beranjak pergi, seseorang berdiri tegak di depan persis. Tersenyum melihatku.

Dia mengulurkan tangannya. Tersenyum dan berasa hangat dan bersahabat. Kusambutnya.

"Aglis."
"Hani." jawabku.
"Maaf, ya. sudah menunggu lama. Habis tidak beritau dulu, kalau kamu mau datang. Jadi nunggu lama kaya gini".
"sudahlah. Tidak usah dibahas lagi". Hani agak kesel, sambil menatap dia di hadapannya.

Untuk menebus rasa bersalahnya.Aglis ngajak hani jalan-jalan. Toko buku Gramedia. Sampai menyisir trotoar jalanan kota. Ujung-ujungnya nyampe ke sebuah bioskop. Layaknya seorang pasangan. Tapi hani belum berpikir sampai ke situ.

Minggu, 01 November 2009

semuanya tentang adit bag.2

cling.,.,..,.
"tiba-tiba, otak kiriku bekerja. ide muncul dalam beberapa saat.

hani menunggu saat-saat yang tepat untuk meluncurkan aksinya. Misi yang tersimpan beberapa saat kemarin, siap untuk direalitikan. Hati ini rasanya tak sabar. Melihat aglis hancur berantakan. Tak berdaya.Terpukul. Memohon-mohon untuk mengembalikan keadaannya seperti semuala.
hah..,.,kayaknya rasanya puas.

Hiruk pikuk di kota ini membuat hani, malam ini lelah banget. Direbahkannya tubuhnya di atas kasur yang empuk bermotifkan bunga-bunga yang indah. Wewangian aromaterapi membuatnya tertidur lelap.

* * *

hani dapati